Materi Sosiologi Kelas Xii Penggalan 4.1 Kearifan Lokal Dan Pemberdayaan Komunitas (Kurikulum 2013)
“Kearifan lokal merupakan nilai tradisi yang mempunyai daya-guna untuk mewujudkan impian atau nilai-nilai kemapanan yang juga secara universal yang didamba-dambakan oleh manusia”
--Departemen Sosial RI--
Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari belahan ini, Anda diperlukan mampu:
- Mendeskripsikan hakikat kearifan lokal
- Menjelaskan pemberdayaan komunitas
- Menjelaskan pemberdayaan komunitas berbasis kearifan lokal
- Mendeskripsikan pentingnya kelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan
A. Hakikat Kearifan Lokal
Kearifan lokal masyarakat merupakan hasil dari proses penyesuaian bebuyutan dalam periode waktu yang sangat usang terhadap suatu lingkungan alam daerah mereka tinggal. Kearifan lokal menjadi tata nilai kehidupan yang terwarisi antargenerasi.
1. Memahami Makna Kearifan Lokal
Menurut asal kata, kearifan lokal terbentuk dari dua kata, yaitu kearifan (wisdom) dan lokal (local). Dalam kamus Inggris Indonesia John M. Echols dan Hasan Shadily, local berarti ‘setempat’, sedangkan wisdom yaitu ‘kebijaksanaan’. Kaprikornus local wisdom (kearifan setempat) sanggup dipahami sebagai gagasan-gagasan setempat (lokal) yang bersifat bijaksana, penuh kearifan, bernilai baik, yang tertanam dan diikuti oleh anggota masyarakatnya.
Pada dasarnya kearifan lokal mengacu kepada nilai-nilai dalam masyarakat dan keseimbangan alam. Berikut beberapa pengertian kearifan lokal, Klik di sini.
Berdasarkan pengertian yang diberikan oleh beberapa hebat tersebut, dapatlah kiranya diambil sebuah kesimpulan bahwa kearifan lokal yaitu pandangan hidup dan ilmu pengetahuan serta aneka macam seni administrasi kehidupan yang berwujud acara yang dilakukan oleh masyarakat lokal dalam menjawab aneka macam problem dalam pemenuhan kebutuhan komunitas tersebut.
Dalam istilah asing, kearifan lokal juga sering dikonsepsikan sebagai kebijakan masyarakat setempat. Hal ini terlihat dalam muatan katanya, yaitu local wisdom (kearifan lokal), local knowledge (pengetahuan lokal), atau local genius (kecerdasan setempat). Istilah kearifan lokal atau local genius ini diperkenalkan pertama kali oleh H. Quaritch Wales pada tahun 1951 (Kahn, 1998). Di mana kearifan lokal ini sangat berkaitan dekat dengan kondisi geografis atau lingkungan alam.
2. Ciri-Ciri dan Fungsi Kearifan Lokal
a. Ciri-Ciri Kearifan Lokal
Ciri-ciri kearifan lokal tersebut yaitu sebagai berikut (Saragih,2013)
1) Mampu bertahan terhadap budaya luar
2) Memiliki kemampuan mengakomodasi unsur-unsur budaya luar
3) Mempunyai kemampuan mengintegrasikan unsur budaya luar ke dalam budaya asli
4) Mempunyai kemampuan mengendalikan
5) Mampu memberi arah pada perkembangan budaya
Adapun karakteristik kearifan lokal berdasarkan Phongphit dan Nantasuwan yaitu sebagai berikut (Affandy dan Wulandari, 2012)
1) Memasukkan nilai-nilai yang mengajari masyarakat mengenai etika dan nilai moral
2) Mengajarkan masyarakat untuk mengasihi alam, tidak merusak alam, dan
3) Berasal dari anggota-anggota renta masyarakat
b. Fungsi Kearifan Lokal
Menurut Sirtha, kearifan lokal mempunyai aneka macam fungsi dan makna sebagai berikut (Mariane, 2014)
1. Berfungsi untuk konservasi dan pelestarian sumber daya alam
2. Berfungsi untuk pengembangan sumber daya manusia, contohnya berkaitan dengan upacara daur hidup, konsep kanda pat rate
3. Berfungsi untuk pengembangan kebudayaan dan ilmu pengetahuan
4. Berfungsi sebagai petuah, kepercayaan, sastra dan pantangan
5. Bermakna sosial contohnya upacara integrasi komunal/kerabat serta upacara daur pertanian
6. Bermakna etika dan moral, yang terwujud dalam upacara ngaben dan penyucian roh leluhur, dan
7. Bermakna politik, contohnya dalam upacara ngangkuk merana dan kekuasaan patron client
3. Bentuk Kearifan Lokal di Indonesia
Nyoman Sirtha menjelaskan bahwa bentuk-bentuk kearifan lokal yang ada dalam masyarakat sanggup berupa nilai, norma, kepercayaan, dan aturan-aturan khusus. Kearifan lokal berasal dari warisan nenek moyang yang menyatu dalam kehidupan insan yang diturunkan dari generasi ke generasi. Adapun berdasarkan Teezi, Marchettini, dan Rarosini (Mariane, 2014) hasil final dari sedimentasi kearifan lokal yaitu berbentuk tradisi atau agama. Terdapat pendapat lain yang mengklasifikasikan bentuk kearifan lokal ke dalam dua aspek. Bentuk kearifan lokal yaitu berwujud positif (tangible) dan yang tidak berwujud (intangible) (Azan, 2013). Berikut uraiannya.
a. Berwujud Nyata (Tangible)
Meliputi beberapa aspek berikut
a) Tekstual, beberapa jenis kearifan lokal contohnya sistem nilai, tata cara, dan hukum yang dituangkan dalam bentuk catatan tertulis.
b) Bangunan/Arsitektural, contohnya terdapat dalam seni arsitektur rumah watak suku-suku di Indonesia.
c) Benda Cagar Budaya/Tradisional (Karya Seni), contohnya patung, senjata, alat musik, dan tekstil.
b. Tidak Berwujud (Intangible), contohnya petuah yang disampaikan secara lisan dan seni bunyi berupa nyanyian, pantun, kisah yang sarat nilai-nilai fatwa tradisional.
4. Potensi Kearifan Lokal di Indonesia
Beberapa kearifan lokal yang terdapat dalam masyarakat Indonesia antara lain sebagai berikut.
a. Kearifan lokal dalam karya-karya masyarakat, contohnya pada seni tekstil di Indonesia. Masyarakat Jawa mempunyai batik yang menjadi ciri khas dan pujian Indonesia. Tidak hanya motifnya yang indah, namun di balik motif tersebut tersimpan makna yang mendalam. Motif-motif batik tersebut berisi nasihat, harapan, dan doa kepada Tuhan.
b. Kearifan lokal dalam memanfaatkan sumber daya alam, kearifan lokal mengajarkan kita untuk tidak mengeksploitasi alam secara berlebihan. Tentunya hal ini bukan tanpa maksud, melainkan supaya keberlanjutan hidup dan diri kita sendiri terus terjaga.
c. Kearifan lokal dalam mitos masyarakat, mitos terhadap pohon-pohon keramat banyak dijumpai di aneka macam wilayah Indonesia. Disadari atau tidak, mitos ini sangat membantu keseimbangan alam. Pohon besar secara ilmiah memang menyimpan cadangan air tanah dan penyedia oksigen. Begitu pun mitos terhadap binatang yang dianggap keramat turut menyumbang pelestarian binatang dari kepunahan.
d. Kearifan lokal dalam bidang pertanian, nenek moyang kita telah berbagi sistem pertanian yang ramah lingkungan dan diubahsuaikan dengan kondisi lingkungan, contohnya sistem pertanian Nyabuk Gunung di Jawa Tengah dan Mitracai di Jawa Barat.
e. Kearifan lokal dalam kisah budaya, petuah, dan sastra, contohnya suku Melayu populer dengan seni sastranya. Lewat seni sastra suku Melayu menggambarkan kearifan lokal yang wajib dijunjung tinggi.
Download
B. Pemberdayaan Komunitas
Sumber
Maryati, Kun dan Juju Suryawati. 2015. Sosiologi untuk SMA/MA Kelas XII: Kelompok Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial. Esis Erlangga. Jakarta
Media
1. PPT Materi Sosiologi Kelas XII. Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Komunitas (Kurikulum 2013) Bagian 1
2. PPT Materi Sosiologi Kelas XII. Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Komunitas (Kurikulum 2013) Bagian 2
3. PPT Materi Sosiologi Kelas XII. Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Komunitas (Kurikulum 2013) Bagian 3
4. Video Penunjang
5. Materi Pengayaan Sosiologi. Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Komunitas
Soal-Soal
1. Pilihan Ganda
2. Pilihan Ganda. Evaluasi Semester 2
3. Esai, Skala Sikap, Penilaian Diri, dan Kecakapan Hidup
4. Esai. Evaluasi Semester 2
Pengertian Ahli
1. Pengertian Kearifan Lokal Menurut Ahli
2. Pengertian Pemberdayaan Menurut Ahli
3. Pengertian Pembangunan Berkelanjutan Menurut Ahli
4. Pengertian Komunitas Menurut Ahli
Kamus
1. Kamus Sosiologi
Teori-Teori Sosiologi Relevan Materi
1. Biografi dan Autobiografi Tokoh-Tokoh Sosiologi
2. Konstruksi Teoretis Teori-Teori Sosiologi
3. Polemik Internal Teori-Teori Sosiologi
4. Teori-Teori Sosiologi dari Klasik, Kontemporer, dan Postmodern
Teori-Teori Filsafat Relevan Materi
1. Biografi Filsuf
2. Aliran-Aliran Filsafat
3. Teori-Teori Filsafat dari Yunani, Modern, dan Postmodern
4. Teori-Teori Cultural Studies
Artikel Terkait Lainnya
1. Artikel Sosiologi Terkait Materi
2. Pengetahuan Umum Terkait Materi
--Departemen Sosial RI--
Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari belahan ini, Anda diperlukan mampu:
- Mendeskripsikan hakikat kearifan lokal
- Menjelaskan pemberdayaan komunitas
- Menjelaskan pemberdayaan komunitas berbasis kearifan lokal
- Mendeskripsikan pentingnya kelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan
A. Hakikat Kearifan Lokal
Kearifan lokal masyarakat merupakan hasil dari proses penyesuaian bebuyutan dalam periode waktu yang sangat usang terhadap suatu lingkungan alam daerah mereka tinggal. Kearifan lokal menjadi tata nilai kehidupan yang terwarisi antargenerasi.
1. Memahami Makna Kearifan Lokal
Menurut asal kata, kearifan lokal terbentuk dari dua kata, yaitu kearifan (wisdom) dan lokal (local). Dalam kamus Inggris Indonesia John M. Echols dan Hasan Shadily, local berarti ‘setempat’, sedangkan wisdom yaitu ‘kebijaksanaan’. Kaprikornus local wisdom (kearifan setempat) sanggup dipahami sebagai gagasan-gagasan setempat (lokal) yang bersifat bijaksana, penuh kearifan, bernilai baik, yang tertanam dan diikuti oleh anggota masyarakatnya.
Pada dasarnya kearifan lokal mengacu kepada nilai-nilai dalam masyarakat dan keseimbangan alam. Berikut beberapa pengertian kearifan lokal, Klik di sini.
Berdasarkan pengertian yang diberikan oleh beberapa hebat tersebut, dapatlah kiranya diambil sebuah kesimpulan bahwa kearifan lokal yaitu pandangan hidup dan ilmu pengetahuan serta aneka macam seni administrasi kehidupan yang berwujud acara yang dilakukan oleh masyarakat lokal dalam menjawab aneka macam problem dalam pemenuhan kebutuhan komunitas tersebut.
Dalam istilah asing, kearifan lokal juga sering dikonsepsikan sebagai kebijakan masyarakat setempat. Hal ini terlihat dalam muatan katanya, yaitu local wisdom (kearifan lokal), local knowledge (pengetahuan lokal), atau local genius (kecerdasan setempat). Istilah kearifan lokal atau local genius ini diperkenalkan pertama kali oleh H. Quaritch Wales pada tahun 1951 (Kahn, 1998). Di mana kearifan lokal ini sangat berkaitan dekat dengan kondisi geografis atau lingkungan alam.
2. Ciri-Ciri dan Fungsi Kearifan Lokal
a. Ciri-Ciri Kearifan Lokal
Ciri-ciri kearifan lokal tersebut yaitu sebagai berikut (Saragih,2013)
1) Mampu bertahan terhadap budaya luar
2) Memiliki kemampuan mengakomodasi unsur-unsur budaya luar
3) Mempunyai kemampuan mengintegrasikan unsur budaya luar ke dalam budaya asli
4) Mempunyai kemampuan mengendalikan
5) Mampu memberi arah pada perkembangan budaya
Adapun karakteristik kearifan lokal berdasarkan Phongphit dan Nantasuwan yaitu sebagai berikut (Affandy dan Wulandari, 2012)
1) Memasukkan nilai-nilai yang mengajari masyarakat mengenai etika dan nilai moral
2) Mengajarkan masyarakat untuk mengasihi alam, tidak merusak alam, dan
3) Berasal dari anggota-anggota renta masyarakat
b. Fungsi Kearifan Lokal
Menurut Sirtha, kearifan lokal mempunyai aneka macam fungsi dan makna sebagai berikut (Mariane, 2014)
1. Berfungsi untuk konservasi dan pelestarian sumber daya alam
2. Berfungsi untuk pengembangan sumber daya manusia, contohnya berkaitan dengan upacara daur hidup, konsep kanda pat rate
3. Berfungsi untuk pengembangan kebudayaan dan ilmu pengetahuan
4. Berfungsi sebagai petuah, kepercayaan, sastra dan pantangan
5. Bermakna sosial contohnya upacara integrasi komunal/kerabat serta upacara daur pertanian
6. Bermakna etika dan moral, yang terwujud dalam upacara ngaben dan penyucian roh leluhur, dan
7. Bermakna politik, contohnya dalam upacara ngangkuk merana dan kekuasaan patron client
3. Bentuk Kearifan Lokal di Indonesia
Nyoman Sirtha menjelaskan bahwa bentuk-bentuk kearifan lokal yang ada dalam masyarakat sanggup berupa nilai, norma, kepercayaan, dan aturan-aturan khusus. Kearifan lokal berasal dari warisan nenek moyang yang menyatu dalam kehidupan insan yang diturunkan dari generasi ke generasi. Adapun berdasarkan Teezi, Marchettini, dan Rarosini (Mariane, 2014) hasil final dari sedimentasi kearifan lokal yaitu berbentuk tradisi atau agama. Terdapat pendapat lain yang mengklasifikasikan bentuk kearifan lokal ke dalam dua aspek. Bentuk kearifan lokal yaitu berwujud positif (tangible) dan yang tidak berwujud (intangible) (Azan, 2013). Berikut uraiannya.
a. Berwujud Nyata (Tangible)
Meliputi beberapa aspek berikut
a) Tekstual, beberapa jenis kearifan lokal contohnya sistem nilai, tata cara, dan hukum yang dituangkan dalam bentuk catatan tertulis.
b) Bangunan/Arsitektural, contohnya terdapat dalam seni arsitektur rumah watak suku-suku di Indonesia.
c) Benda Cagar Budaya/Tradisional (Karya Seni), contohnya patung, senjata, alat musik, dan tekstil.
b. Tidak Berwujud (Intangible), contohnya petuah yang disampaikan secara lisan dan seni bunyi berupa nyanyian, pantun, kisah yang sarat nilai-nilai fatwa tradisional.
4. Potensi Kearifan Lokal di Indonesia
Beberapa kearifan lokal yang terdapat dalam masyarakat Indonesia antara lain sebagai berikut.
a. Kearifan lokal dalam karya-karya masyarakat, contohnya pada seni tekstil di Indonesia. Masyarakat Jawa mempunyai batik yang menjadi ciri khas dan pujian Indonesia. Tidak hanya motifnya yang indah, namun di balik motif tersebut tersimpan makna yang mendalam. Motif-motif batik tersebut berisi nasihat, harapan, dan doa kepada Tuhan.
b. Kearifan lokal dalam memanfaatkan sumber daya alam, kearifan lokal mengajarkan kita untuk tidak mengeksploitasi alam secara berlebihan. Tentunya hal ini bukan tanpa maksud, melainkan supaya keberlanjutan hidup dan diri kita sendiri terus terjaga.
c. Kearifan lokal dalam mitos masyarakat, mitos terhadap pohon-pohon keramat banyak dijumpai di aneka macam wilayah Indonesia. Disadari atau tidak, mitos ini sangat membantu keseimbangan alam. Pohon besar secara ilmiah memang menyimpan cadangan air tanah dan penyedia oksigen. Begitu pun mitos terhadap binatang yang dianggap keramat turut menyumbang pelestarian binatang dari kepunahan.
d. Kearifan lokal dalam bidang pertanian, nenek moyang kita telah berbagi sistem pertanian yang ramah lingkungan dan diubahsuaikan dengan kondisi lingkungan, contohnya sistem pertanian Nyabuk Gunung di Jawa Tengah dan Mitracai di Jawa Barat.
e. Kearifan lokal dalam kisah budaya, petuah, dan sastra, contohnya suku Melayu populer dengan seni sastranya. Lewat seni sastra suku Melayu menggambarkan kearifan lokal yang wajib dijunjung tinggi.
Download
B. Pemberdayaan Komunitas
Sumber
Maryati, Kun dan Juju Suryawati. 2015. Sosiologi untuk SMA/MA Kelas XII: Kelompok Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial. Esis Erlangga. Jakarta
Media
1. PPT Materi Sosiologi Kelas XII. Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Komunitas (Kurikulum 2013) Bagian 1
2. PPT Materi Sosiologi Kelas XII. Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Komunitas (Kurikulum 2013) Bagian 2
3. PPT Materi Sosiologi Kelas XII. Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Komunitas (Kurikulum 2013) Bagian 3
4. Video Penunjang
5. Materi Pengayaan Sosiologi. Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Komunitas
Soal-Soal
1. Pilihan Ganda
2. Pilihan Ganda. Evaluasi Semester 2
3. Esai, Skala Sikap, Penilaian Diri, dan Kecakapan Hidup
4. Esai. Evaluasi Semester 2
Pengertian Ahli
1. Pengertian Kearifan Lokal Menurut Ahli
2. Pengertian Pemberdayaan Menurut Ahli
3. Pengertian Pembangunan Berkelanjutan Menurut Ahli
4. Pengertian Komunitas Menurut Ahli
Kamus
1. Kamus Sosiologi
Teori-Teori Sosiologi Relevan Materi
1. Biografi dan Autobiografi Tokoh-Tokoh Sosiologi
2. Konstruksi Teoretis Teori-Teori Sosiologi
3. Polemik Internal Teori-Teori Sosiologi
4. Teori-Teori Sosiologi dari Klasik, Kontemporer, dan Postmodern
Teori-Teori Filsafat Relevan Materi
1. Biografi Filsuf
2. Aliran-Aliran Filsafat
3. Teori-Teori Filsafat dari Yunani, Modern, dan Postmodern
4. Teori-Teori Cultural Studies
Artikel Terkait Lainnya
1. Artikel Sosiologi Terkait Materi
2. Pengetahuan Umum Terkait Materi
Belum ada Komentar untuk "Materi Sosiologi Kelas Xii Penggalan 4.1 Kearifan Lokal Dan Pemberdayaan Komunitas (Kurikulum 2013)"
Posting Komentar