Aliran Ilmu Kalam. Qadariyah
Qadariyah (Arab: قدرية) ialah sebuah ideologi dan sekte bid'ah di dalam akidah Islam yang muncul pada pertengahan masa pertama Hijriah di Basrah, Irak. Kelompok ini mempunyai keyakinan mengingkari takdir, yaitu bekerjsama perbuatan makhluk berada di luar kehendak Allah dan juga bukan ciptaan Allah. Para hamba berkehendak bebas memilih perbuatannya sendiri dan makhluk sendirilah yang membuat amal dan perbuatannya sendiri tanpa adanya andil dari Allah.
Ideologi
Ideologi Qadariyah murni ialah mengingkari takdir. Yakni tidak ada takdir, semua kasus yang ada merupakan sesuatu yang gres (terjadi seketika), di luar takdir dan ilmu Allah. Allah gres mengetahuinya sesudah kasus itu terjadi.
Namun paham Qadariyah yang murni sanggup dikatakan telah punah, akan tetapi masih bisa dijumpai derivasinya pada masa sekarang, yaitu mereka tetap meyakini bahwa perbuatan makhluk ialah kemampuan dan ciptaan makhluk itu sendiri, meskipun kini menetapkan bahwa Allah sudah mengetahui segala perbuatan hamba tersebut sebelum terjadinya. Imam Al-Qurthubi berkata, “Ideologi ini telah sirna, dan kami tidak mengetahui salah seorang dari muta’akhirin (orang sekarang) yang berpaham dengannya. Adapun Al-Qadariyyah di hari ini, mereka semua setuju bahwa Allah Maha Mengetahui segala perbuatan hamba sebelum terjadi, namun mereka menyelisihi As-Salafush Shalih (yaitu) dengan menyatakan bahwa perbuatan hamba ialah hasil kemampuan dan ciptaan hamba itu sendiri.”
Sejarah
Pelopornya sekte ini ialah Ma'bad al-Juhani, seorang penduduk kota Bashrah dan muridnya Ghailan ad-Dimasyqi. Paham bid'ah ini tersebar di Bashrah dan mempengaruhi banyak penduduknya saat tokoh kota tersebut, ‘Amr bin ‘Ubaid mengikuti paham ini.
Imam Al-Auza'i mengatakan, “Yang pertama kali mencetuskan paham mengingkari takdir ialah Susan, seorang penduduk Irak. Ia awalnya ialah seorang Katolik yang masuk Islam, (namun) lalu kembali kepada agamanya semula. Ma’bad al-Juhani menimba (paham ini) darinya, lalu Ghailan bin Muslim ad-Dimasyqi menimbanya dari Ma’bad.” Imam Muslim meriwayatkan dalam Kitab Shahih-nya dari Yahya bin Ya’mar, ia berkata, “Yang pertama kali memelopori (menyebarkan) paham ingkar takdir di Bashrah ialah Ma’bad al-Juhani.” “Penduduk Bashrah banyak yang terpengaruh dengan paham sesat ini sesudah melihat ‘Amr bin ‘Ubaid mengikutinya.”
Sumber
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Download
Baca Juga
a. Periodisasi Filsafat Skolastik Islam (Arab)
b. Aliran Ilmu Kalam. Khawarij
c. Aliran Ilmu Kalam. Murjiah
d. Aliran Ilmu Kalam. Jabariyah
e. Aliran Ilmu Kalam. Mu’tazilah
f. Aliran Ilmu Kalam. Ahli Sunnah
Ideologi
Ideologi Qadariyah murni ialah mengingkari takdir. Yakni tidak ada takdir, semua kasus yang ada merupakan sesuatu yang gres (terjadi seketika), di luar takdir dan ilmu Allah. Allah gres mengetahuinya sesudah kasus itu terjadi.
Namun paham Qadariyah yang murni sanggup dikatakan telah punah, akan tetapi masih bisa dijumpai derivasinya pada masa sekarang, yaitu mereka tetap meyakini bahwa perbuatan makhluk ialah kemampuan dan ciptaan makhluk itu sendiri, meskipun kini menetapkan bahwa Allah sudah mengetahui segala perbuatan hamba tersebut sebelum terjadinya. Imam Al-Qurthubi berkata, “Ideologi ini telah sirna, dan kami tidak mengetahui salah seorang dari muta’akhirin (orang sekarang) yang berpaham dengannya. Adapun Al-Qadariyyah di hari ini, mereka semua setuju bahwa Allah Maha Mengetahui segala perbuatan hamba sebelum terjadi, namun mereka menyelisihi As-Salafush Shalih (yaitu) dengan menyatakan bahwa perbuatan hamba ialah hasil kemampuan dan ciptaan hamba itu sendiri.”
Sejarah
Pelopornya sekte ini ialah Ma'bad al-Juhani, seorang penduduk kota Bashrah dan muridnya Ghailan ad-Dimasyqi. Paham bid'ah ini tersebar di Bashrah dan mempengaruhi banyak penduduknya saat tokoh kota tersebut, ‘Amr bin ‘Ubaid mengikuti paham ini.
Imam Al-Auza'i mengatakan, “Yang pertama kali mencetuskan paham mengingkari takdir ialah Susan, seorang penduduk Irak. Ia awalnya ialah seorang Katolik yang masuk Islam, (namun) lalu kembali kepada agamanya semula. Ma’bad al-Juhani menimba (paham ini) darinya, lalu Ghailan bin Muslim ad-Dimasyqi menimbanya dari Ma’bad.” Imam Muslim meriwayatkan dalam Kitab Shahih-nya dari Yahya bin Ya’mar, ia berkata, “Yang pertama kali memelopori (menyebarkan) paham ingkar takdir di Bashrah ialah Ma’bad al-Juhani.” “Penduduk Bashrah banyak yang terpengaruh dengan paham sesat ini sesudah melihat ‘Amr bin ‘Ubaid mengikutinya.”
Sumber
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Download
Baca Juga
a. Periodisasi Filsafat Skolastik Islam (Arab)
b. Aliran Ilmu Kalam. Khawarij
c. Aliran Ilmu Kalam. Murjiah
d. Aliran Ilmu Kalam. Jabariyah
e. Aliran Ilmu Kalam. Mu’tazilah
f. Aliran Ilmu Kalam. Ahli Sunnah
Belum ada Komentar untuk "Aliran Ilmu Kalam. Qadariyah"
Posting Komentar